WASPADA ADANYA BEGAL
I.
Pendahuluan
Manusia membutuhkan kendaraan untuk bepergian
kemanapun mereka inginkan. Tidak hanya masyarakat yang perekonomiannya menengah
ke atas saja yang membutuhkan kendaraan, masyarakat menengah ke bawah pun tak
ingin ketinggalan. Mereka membeli kendaraan motor untuk keperluan mereka masing
– masing. Entah untuk berjualan keliling, membuka jasa ojek, atau sekedar untuk
kendaraan ke sana – kemari.Seiring berkembangnya kehidupan manusia, kini dalam
masyarakat muncul adanya “begal” yang semakin merajalela.
Semakin banyaknya masyarakat yang
membutuhkan kendaraan, justru malah meningkatkan adanya kriminalitas kendaraan
motor dalam masyarakat. Pelaku kriminalitas lebih banyak dari masyarakat
kalangan menengah ke bawah yang tak punya biaya untuk membeli motor atau biaya
untuk keperluan sehari – hari, sehingga membuat mereka melakukan tindak
kriminal. Tidak heran jika mereka mencuri, merampok, atau sengaja menipu orang
lain hanya untuk mendapatkan motor yang bisa dijual lalu uang hasil dari
penjualan tersebut digunakan untuk keperluan mereka sendiri.
Akhir – akhir ini, telinga kita tidak
asing lagi jika mendengar kata “begal”. Semua orang tahu begal itu seperti apa.
Masyarakat diresahkan oleh adanya begal. Kata begal sendiri terdengar lebih
gaul dibandingkan kata mencuri motor atau merampok motor. Padahal kenyataannya,
begal sama artinya dengan mencuri atau merampok.
II.
Pembahasan
Begal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI) berarti penyamun. Sedangkan membegal berarti merampas di jalan atau
menyamun. Dan pembegal berarti proses, cara, perbuatan membegal, perampasan di
jalan, penyamunan. Masyarakat sekarang ini sedang takut – takutnya jika
mendengar ada pembegalan di daerah sekitar mereka. Masyarakat tidak berani
keluar malam atau pulang malam karena mereka takut jika dibegal.
Seperti yang kita ketahui bahwa di
setiap daerah pengguna kendaraan motor sangat banyak. Bukan hanya masyarakat
dari kalangan menengah atas, masyarakat menengah bawah pun ingin menjadi
konsumen kendaraan motor juga. Setiap rumah bahkan memiliki setidaknya satu
motor. Bisa dibayangkan berapa jumlah motor yang dimiliki oleh masyarakat di
Indonesia ini, bukan?
Akan tetapi, semakin banyaknya
masyarakat yang membutuhkan kendaraan, justru malah meningkatkan adanya
kriminalitas kendaraan motor dalam masyarakat. Pelaku kriminalitas lebih banyak
dari masyarakat kalangan menengah ke bawah yang tak punya biaya untuk membeli
motor atau biaya untuk keperluan sehari – hari, sehingga membuat mereka
melakukan tindak kriminal. Tidak heran jika mereka mencuri, merampok, atau
sengaja menipu orang lain hanya untuk mendapatkan motor yang bisa dijual lalu
uang hasil dari penjualan tersebut digunakan untuk keperluan mereka sendiri.
Banyak berita yang membicarakan tentang
begal yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Pelaku begal umumnya
melancarkan aksinya saat malam telah tiba. Sekitar pukul 21.00 atau pukul 9
malam ke atas, di jalan atau daerah yang sepi dan gelap. Tetapi seiring
maraknya kasus begal, pelaku begal bahkan berani membegal pada saat pagi atau
siang hari. Mereka menggunakan alat seadanya, misal: pisau, golok, kayu, atau
batu. Korban utama yang mereka incar adalah wanita yang sedang mengendarai
motornya sendirian. Mengapa? Karena mereka tahu bahwa wanita tidak akan bisa
melawan mereka. Wanita akan sangat ketakutan sehingga mereka dengan mudah
mendapatkan motor dari wanita tersebut. Mereka berpikir bahwa wanita lemah,
tidak berani melawan. Apalagi jika mereka mengancam sambil menodongkan alat
atau senjata mereka guna memberikan efek takut pada wanita tersebut. Akan
tetapi, terkadang mereka tidak peduli siapa korban mereka, entah pria atau
wanita, yang penting mereka bisa mendapatkan hasil dari aksi mereka malam itu. Bahkan
pelaku begal tidak segan – segan melukai korbannya dengan menusukkan pisau ke
tubuh korban, membacok korban, atau menendang motor korban hingga jatuh lalu
dengan mudah pelaku membawa lari motor sang korban.
Banyak kasus begal yang disiarkan di
televisi. Bahkan ada daerah di Jawa Barat yang sudah sangat rawan akan adanya
begal. Tepatnya di Depok. Di Depok sendiri sudah banyak terjadi kasus
pembegalan. Di internet banyak gambar yang mengatakan bahwa Depok sangat
bahaya. Begal ada dimana – mana. Contohnya, ada satu gambar meme yang berisi “Main – main lah ke rumah aku di Depok,
siapa tau DIBEGAL”.
Pada gambar tersebut menggambarkan bahwa
Depok memang benar – benar sudah tidak aman karena maraknya kasus pembegalan.
Salah satu contoh kasus begal terjadi di
Pematangsiantar. Seorang pedagang ikan menjadi korban dua pelaku begal. Dompet
dan motornya raib dibawa kabur para pelaku begal. Dia diancam hendak dibunuh
jikat tidak segera menyerahkan motornya. Kejadian tersebut terjadi pada shubuh,
pukul 05.30. sungguh semakin marak pembegalan di negeri ini. Yang lebih
mengejutkan lagi, ternyata di Indramayu terdapat sebuah kampung begal. Polisi
menggerebek perkampungan di Kecamatan Krangkeng yang diduga menjadi sarang
pelaku begal motor.
Di Depok, terjadi sebuah tindakan warga
daerah Pondok Aren yang membakar seorang pelaku begal. Warga awalnya memukul
dan menendang pelaku tersebut, lalu membakarnya hidup – hidup. Salah seorang
warga merekam aksi tersebut lalu mengunggahnya ke situs internet. Bahkan ada
yang mem – broadcast pesan yang berisi
”Video Pembegal Motor semalam..dihabisi
warga dan motornya dibakar pelakunya juga dibakar.. Kirim ke semua contak kamu
biar sampai ke teman si pembegal & para begal di luar sana biar ada efek
jera..” beserta link video aksi membakar pelaku begal tersebut.
Jelas jika masyarakat takut jika
mendengar berita begal di daerah mereka. Pelaku begal yang tidak peduli
siapapun korbannya akan melakukan aksinya sesuka hati mereka bahkan sampai
membunuh korbannya. Mereka harusnya mendapat hukuman yang berlapis – lapis.
Hukuman karena mencuri atau merampok dan hukuman atas tindak pembunuhan.
III.
Penutup
Kita sebagai masyarakat Indonesia pasti
mengharapkan untuk hidup tenang dan damai tanpa adanya tindak kejahatan di luar
sana. Kesimpulan yang didapat adalah bahwa kita hendaknya tetap waspada jika
keluar atau pulang sendirian mengendarai motor melewati jalan yang sepi. Jangan
membawa barang berharga atau perhiasan yang berlebihan yang bisa mengundang
tindak kejahatan. Selalu ingat bahwa pembegalan tidak hanya terjadi pada malam
hari, tetapi pada pagi dan siang hari juga. Awasi keluarga anda saat akan
bepergian keluar sendirian. Selalu waspada dimanapun anda berada karena begal
ada dimana – mana.