Biogas dapat digunakan
sebagai bahan bakar kendaraan maupun untuk menghasilkan listrik.Biogas
yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik sangat populer digunakan
untuk mengolah limbah biodegradable karena bahan bakar dapat
dihasilkan sambil menghancurkan bakteri patogen dan sekaligus mengurangi volume
limbah buangan. Metana dalam biogas, bila terbakar akan relatif lebih bersih
daripada batu bara, dan menghasilkan energi yang lebih besar dengan emisi
karbon dioksida yang lebih sedikit. Pemanfaatan biogas memegang peranan penting
dalam manajemen limbah karena metana merupakan gas rumah kacayang lebih
berbahaya dalam pemanasan global bila dibandingkan dengan karbon
dioksida. Karbon dalam biogas merupakan karbon yang diambil dari
atmosfer oleh fotosintesis tanaman, sehingga bila dilepaskan lagi ke
atmosfer tidak akan menambah jumlah karbon diatmosfer bila dibandingkan dengan
pembakaran bahan bakar fosil.
Saat ini, banyak
negara maju meningkatkan penggunaan biogas yang dihasilkan baik dari limbah
cair maupun limbah padat atau yang dihasilkan dari sistem pengolahan biologi
mekanis pada tempat pengolahan limbah.
BANDUNG: Pemanfaatan
energi alternatif seperti biogas di Jawa Barat masih sangat rendah, terutama di
kalangan peternak sapi yang populasinya mencapai 27.200 ekor.
Kepala Dinas Energi
dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat Jerry Yanuar mengatakan pemanfaatan
potensi biogas di Jabar baru 20% dari potensi yang ada yang dipicu mayoritas
peternak sapi masih belum merasa butuh akan penggunaan energi alternatif.
"Kami akan
mengajak instansi seperti Dinas Peternakan agar mendorong para peternak mau
memanfaatkan limbah kotoran sapi ini sebagai energi alternatif yang bisa
menghemat pengeluaran mereka," kata Jerry kepada Bisnis, hari ini.
Menurutnya, pada tahun
ini pihaknya menargetkan penambahan pemanfaatan biogas sebanyak 182 unit untuk
masyarakat yang menjadi sentra peternakan sapi seperti kawasan Bandung Utara.
Dia menjelaskan setiap
dua ekor sapi bisa menghasilkan 50kg kotoran sapid an bisa menghasilkan
satu meter kubik gas pengganti jenset.
Keberadaan energi
alternatif menjadi konsekuensi logis mengingat penduduk Jabar saat ini sudah
mencapai 43 juta jiwa. Terlebih pada 2025, diprediksi penduduk Jabar akan
menjadi 52 juta jiwa dengan 83% diantaranya akan tinggal di perkotaan.
"Itu artinya akan
terjadi peningkatan yang tajam di sektor industri dan permukiman sehingga
kebutuhan energi alternatif menjadi mendesak," ujarnya.
Secara empiris, Jabar
memiliki banyak persoalan energi yang harus dihadapi. Untuk itu, energi
berbasis regional dan lokal yang ada di setiap wilayah harus dieksplorasi baik
oleh Dinas ESDM maupun lembaga lainnya.
"Kami sudah
memetakan potensi biogas yang ada di setiap daerah, serta potensi alam yang
bisa dikembangkan mikro hidro dan panas bumi yang membutuhkan investasi tidak
sedikit," ujarnya.
Dia menambahkan
pihaknya juga berencana memanfaatkan keberadaan septic tank komunal yang
menghasilkan tinja manusia dengan gas metan yang tinggi. Pada dasarnya, kotoran
sapi dan manusia tidak ada bedanya.
Sementara itu, Ketua
Gabungan Koperasi Susu Indonesia Jawa Barat Dedi Setiadi mengatakan minimnya
jumlah petani yang memanfaatkan kotoran sapi sebagai biogas lebih disebabkan
terbenturnya dana pengadaan alat untuk pengubah energi kotoran sapi.
Menurut dia, untuk
membeli satu alat biogas dengan kapasitas 6 meter kubik petani harus merogoh
kocek Rp6,5 juta.
Selain itu, peternak
tidak memiliki banyak lahan untuk digunakan sebagai penampung kotoran sapi
hingga dikonversi menjadi listrik, untuk kemudian dialirkan ke rumah tangga.
“Pada prinsipnya, kami
mendorong petani untuk membuat biogas agar limbah kotoran sapi tidak menjadi
sumber pencemaran lingkungan,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemkot
Bandung melayangkan protes terkait pencemaran limbah kotoran sapi dan sampah di
hulu Sungai Cikapundung yang dijadikan sumber air PDAM Kota Bandung.
PDAM Tirtawening Kota
Bandung hingga saat ini masih terkendala dalam mengelola air baku di lokasi
penangkap (intake) Bantar Awi, lantaran sampah dan limbah kotoran sapi yang
dihasilkan masyarakat dan peternakan di bagian utara Sungai Cikapundung.
Kendala itu terjadi
sejak beberapa tahun terakhir dan mengakibatkan menurunnya kualitas air baku
yang akan diolah.(api).